Tujuan Budi Utomo
1. Memajukan pengajaran
2. Memajukan pertanian, peternakan dan perdagangan;
3. Memajukan teknik dan Industri
4. Menghidupkan kembali kebudayaan.
Dilihat dari tujuannya, Organisasi Budi Utomo merupakan organisasi pelajar dengan pelajar STOVIA sebagai intinya. Jadi, Budi Utomo bukan merupakan organisasi politik. Menjelang kongres Budi Utomo (BU) yang pertama di Yogyakarta telah berdiri tujuh cabang, yakni: di Batavia, Bogor, Magelang, Bandung, Surakatarta, Yogyakarta dan Ponorogo.
Budi Utomo mengadakan kongres yang pertama pada tanggal 3-5 Oktober 1908 dengan tujuan mengonsolidasi diri dengan dihadiri 7 cabangnya. Pada kongres tersebut, berhasil diputuskan hal-hal sebagai berikut:
1. Budi Utomo (BU) tidak ikut dalam mengadakan kegiatan politik.
2. Kegiatan BU terutama ditujukan pada bidang pendidikan dan Kebudayaan
3. Ruang gerak BU terbatas pada daerah Jawa dan Madura
4. Memilih R.T. Tirtohukusumo, Bupati Karanganyar sebagai ketua.
5. Yogyakarta ditetapkan sebagai pusat organisasi.
Pada akhir tahun 1909, telah berdiri 40 cabang Budi Utomo dengan jumlah anggota mencapai 10.000 orang. Akan tetapi, dengan adanya kongres tersebut tampaknya terjadi pergeseran pimpinan dari generasi muda ke generasi tua. Banyak anggota muda yang menyingkir dari barisan depan, dan anggota Budi Utomo kebanyakan dari golongan priyai dan pegawai negeri. Dengan demikian, sifat protonalisme dari para pemimpin yang tampak pada awal berdirinya BU terdesak ke belakang. Strategi perjuangan Budi Utomo pada dasarnya bersifat kooperatif.
Tampilnya Notodirjo pada tahun 1912 sebagai ketua menggantikan R.T. Notokusumo, BU ingin mengejar ketertinggalnnya. Akan tetapi, hasilnya tidak begitu besar karena pada saat itu telah muncul organisasi-organisasi nasional lainnya, seperti Sarekat Islam (SI) dan Indiche Partij (IP). Namun demikian, Budi Utomo tetap mempunyai andil dan jasa yang besar dalam sejarah pergerakan nasional, yakni telah membuka jalan dan memelopori gerakan Kebangsaan Indonesia. Itulah sebabnya tanggal 20 Mei dietapkan sebagai hari Kebangkitan Nasional.

No comments:
Post a Comment